October 11, 2007
Jelajahi Antariksa dengan Google Sky
SUKSES menyajikan aplikasi pemetaan Bumi Google Earth, raksasa Internet Google Inc menyajikan layanan baru Google Sky. Berbeda dari Google Earth yang memungkinkan pengguna komputer melihat setiap pelosok Bumi, Google Sky mengundang para pengguna Internet menjelajahi antariksa.
Dengan layanan Google Sky, pengguna Internet bisa mengamati lebih dari 100 juta bintang dan lebih dari 200 juta galaksi. Melalui aplikasi tersebut, pengguna bisa mengamati benda-benda angkasa luar layaknya menggunakan teropong bintang dari Bumi.
”Google Sky memiliki fitur yang sangat menarik bagi orang yang pernah melihat langit dan ingin mengetahui lebih banyak. Saya menilai, Google Sky adalah aplikasi luar biasa untuk memuaskan keingintahuan kita mengenai antariksa,” tutur Sally Ride, mantan astronot NASA.
Ilmuwan Space Telescope Science Institute Dr Carol Christian, yang membantu pengembangan Google Sky, berharap layanan tersebut mampu membangkitkan minat lebih banyak orang terhadap antariksa. ”Google Sky memiliki peta langit yang sangat lengkap,” tandas Christian.
Google bekerja sama dengan badan antariksa AS NASA untuk mengembangkan Google Sky. Karena itu, Google Sky menggunakan foto-foto yang dikumpulkan teleskop antariksa Hubble. ”Melalui kerja sama dengan para ahli industri, kami mampu mengubah Google Earth menjadi sebuah teleskop virtual,” tutur Product Manager Google Inc Lior Ron. Lebih dari teropong bintang, Google Sky juga menawarkan tur virtual ke antariksa.
Pengguna dapat menjelajahi galaksi Bimasakti dari satu titik di Bumi yang mereka pilih. Software tersebut juga menjanjikan pemantauan gerakan planet serta supernova (ledakan bintang).
”Google Sky unik karena pengguna bisa mengakses seluruh data tentang antariksa. Misalnya, ketika saya tertarik mengamati galaksi Bimasakti, maka saya bisa mengamati segala elemen yang ada.Termasuk benda-benda langit kecil yang ada di sekitar galaksi tersebut,” tutur Connolly.
Connolly mengungkapkan, Google harus menggabungkan data (foto dan informasi) sangat besar (ber-terabyte) untuk mengembangkan Google Sky. Kapasitas satu terabyte cukup untuk menampung teks sekitar satu juta buku. Pengguna Internet dapat mengakses Google Sky pada domain Google Earth, yakni earth. google.com. Software tersebut dapat berjalan pada komputer berSistem Operasi Windows, Mac OS X, dan Linux.
Google berharap, Google Sky mampu menyamai sukses Google Earth. Sejak dirilis pada 2005, hingga saat ini Google Earth telah di-download sebanyak 250 juta kali. Mampu menampilkan peta, foto satelit, bangunan tiga dimensi, dan fungsi pencarian alamat. Google Earth memosisikan pengguna sebagai astronot yang mengamati Bumi. (ahmad fauzi/sindo/mbs)
Sumber : Okezone







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.