June 28, 2008
IBM Suguhi Aplikasi Kantor Web 2.0-based, Lotus Quickr

IBM Indonesia memperkenalkan alternatif perangkat baru SharePoint yang merupakan perluasan dari jajaran produk IBM Lotus Quickr.
IBM Lotus Integrator adalah sebuah alat baru yang dapat membantu perusahaan mengakses, berbagi, dan berkolaborasi dengan aset-asetnya.
Dilandasi teknologi dari CASAHL Technology, Lotus Quickr Integrator menyuguhkan wizard dan ragam template yang memudahkan konten dari situs-situs Microsoft SharePoint, folder-folder Microsoft Exchange, pemusatan IBM Lotus Domino Document Manager dan aplikasi ruang tim IBM Lotus Domino ke tempat-tempat Lotus Quickr.
"Lotus Quickr Content Integrator dikombinasikan dengan interface Web 2.0 dengan fungsi-fungsi yang familiar dan friendly-user," kata Country Manager IBM Software Group Indonesia, Kustiawan Kusumo, di kantornya, Landmarck Tower A, Jalan Jendral Sudirman, Jumat (27/6/2008).
Lotus Quickr, Kustiawan memaparkan, merupakan piranti lunak berbasis Web 2.0 yang dapat memudahkan user untuk menemukan, mengakses, berbagi, dan bekerja dengan konten bisnis seperti dokumen, foto, dan video.
"Piranti ini juga meliputi perpustakaan konten, wiki, blog, juga plug-in untuk aplikasi desktop populer seperti misalnya Microsoft Office dan IBM Lotus Notes," ujar dia.
Lotus Quickr juga memungkinkan adanya interkoneksi antara Microsoft Outlook dan Lotus Symphony. Alternatif ini disinyalir dapat meningkatkan produktivitas dan membantu user bekerja lebih efisien dengan memasukkan kemampuan kolaborasi Lotus Quickr ke dalam semua aplikasi desktop utama.
"Sementara ini, Lotus telah diimplementasikan di beberapa perusahaan mitra kami yang merupakan vendor handset besar, seperti BlackBerry, Nokia, dan Motorola," tukas Kustiawan.
Lotus Quickr Content Integrator dan Lotus Quickr 8.1, seperti disitat siaran pers IBM, saat ini sudah tersedia tanpa tambahan biaya apapun bagi pelanggan Lotus Notes dan IBM Lotus Domino Web Access yang melakukan pemeliharaan secara aktif.
Codephile Berambisi Sosialisasi Lotus Domino Lebih Luas
Sebagai mitra bisnis IBM yang menawarkan jasa pengembangan aplikasi di atas framework IBM Lotus Domino Web Access kepada perusahaan-perusahaan, Codephile mengaku serius untuk mengembangkan pasar Lotus Domino di Tanah Air.
"Dengan melihat apa yang sudah kami kerjakan di Telkom sejak 10 tahun lalu, yakni pengembangan aplikasi eOffice, kami yakin pasarnya masih cukup luas," kata CEO Codephile Rekadaya Mandiri, Mochamad James F CLP, di sela-sela jumpa pers di kantor IBM, Landmark Tower A, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (27/6/2008).
"Di Telkom, saat ini faktanya sekira 30.000 pegawai tertampung dalam lalu lintas elektronik eOffice internal, dan sekira 1.500 memo atau surat elektronik lalu-lalang tiap harinya dalam aplikasi berbasis Web 2.0 yang kami kembangkan tersebut," tandasnya.
Awalnya, papar James, pada 1998 silam, Telkom ingin memiliki messaging system yang andal di dalam kantornya, seperti e-mail, knowledge management, dan virtual meeting, dan pada saat itu Telkom melirik Lotus sebagai groupware aplikasi Web-based yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. "Lama kelamaan berkembang menjadi personal-use, employee self service," tukasnya.
Sementara ini, selain Telkom, Codephile juga telah mengembangkan eOffice di kantor Departemen Luar Negeri RI dan Info Media Nusantara. "Kami menjual solusi yang serupa, yakni sama-sama bekerja di atas framework Lotus Domino, hanya saja berbeda pada fitur karena tergantung pada kebutuhan masing-masing korporasi," urai James.
Dibandingkan dengan aplikasi proprietary raksasa Microsoft, James menuturkan bahwa aplikasi yang ia kembangkan jauh lebih efisien. "Kalau Domino di-compare dengan Microsoft, perbedaan efiensinya cukup signifikan. Mungkin untuk satu aplikasi yang dikembangkan di atas Lotus Domino, butuh empat sampai lima aplikasi Microsoft," dia menerangkan.
"Sebenarnya interface aplikasi keduanya mirip, tapi di IBM semuanya sudah di-compile menjadi satu paket," lanjutnya.
James memaparkan bahwa kocek yang harus dirogoh untuk sebuah kustomisasi aplikasi yang dia kembangkan di atas framework IBM Lotus Domino adalah sekira USD30.000 hingga USD50.000.
"Harganya memang mahal, tapi hasil yang didapatkan juga variatif. Kalau dihitung-hitung, mungkin masih sepertiga budget yang dikeluarkan untuk membeli jajaran produk Microsoft," pungkasnya. [Okezone]







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.