April 16, 2008
Citrix Tawarkan Delivery Centers
Citrix Delivery Center merupakan evolusi datacenter yang selama ini menjadi tempat penyimpanan statis bagi aplikasi-aplikasi dan data, menjadi delivery center yang dinamis, memungkinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi atau menikmati desktop di segala tempat, kapan pun, dari lokasi yang aman sebagai fokus bisnisnya.
XenServer merupakan solusi pembagian kerja aplikasi-aplikasi kepada beragam server dalam datacenter menjadi sekumpulan agregat yang fleksibel dari computing resources. Sedangkan, NetScaler adalah sebuah web application delivery solution yang meningkatkan daya kerja aplikasi sampai lima kali lipat, dan pada saat yang sama meningkatkan keamanan dan mengurangi biaya-biaya infrastruktur web.
Dua solusi lainnya adalah XenApp, standar de facto industri untuk mengirimkan aplikasi-aplikasi berbasis Windows dengan kemampuan, keamanan, dan efisiensi biaya yang terbaik, dan XenDesktop, sebuah sistem Virtual Desktop Infrastructure (VDI) industri pertama yang paling lengkap.
"Hingga saat ini, kami masih membantu perusahaan pengembang software seperti SAP, Oracle, Microsoft untuk meluaskan pasarnya dengan mendistribusi produk-produk mereka,' ujar Vice President Citrix System ASEAN Yaj Malik di sela jumpa pers, Grand Hyatt Hotel, Rabu (16/4/2008).
"Keuntungan yang diperoleh konsumer kami adalah efisiensi biaya, performa tercepat, pengamanan tingkat tertinggi, dan pengalaman baru yang besar. Dengan Citrix, sebuah sistem perusahaan bisa menghemat sekira ratusan ribu dolar setiap tahunnya, dan menghemat waktu tiga hingga lima tahun," imbuhnya.
Secara global, Citrix memiliki 200.000 customer, meliputi 28.000 di area pasifik, 2.800 di Asia tenggara dan 550 di Indonesia. Untuk membuktikan eksistensinya, Citrix mengundang salah satu mitra lokalnya, PT Dipo Star Finance, sebuah perusahaan leasing dan kredit otomotif, untuk menceritakan success story-nya dengan implementasi Citrix.
"Efisiensi yang kami rasakan begitu jelas. Tanpa Citrix perusahaan menghemat sekira Rp140 juta dari seluruh total budget TI," ujar System Manager PT Dipo Star Finance Eka Wibisana di tempat yang sama. "Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, perusahaan kami tidak perlu menambah bandwidth internet. Ini jelas sekali menghembat biaya perusahaan," pungkasnya.
Melihat pertumbuhan TI di Indonesia yang pesat, tahun ini Citrix menargetkan dapat memperoleh dua kali lipat jumlah perusahaan yang sudah mengimplementasi Citrix sekarang. "Kami optimistik karena saat ini kami mepunyai jaringan mitra yang luas dan kuat. Di dunia saja, kami sudah bekerja sama dengan 90 persen TOP 10 perusahaan di industri yang berbeda-beda," kata Marketing Manager ASEAN Citrix System Kersie Koh pada kesempatan yang sama. (Okezone)







Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.