March 6, 2008

Virus 'Dinda Dewi' serang file gambar

Biasanya, file berformat JPG atau JPEG aman dari serangan virus. Namun, sejak Januari-Februari lalu, muncul virus yang cukup memusingkan. Namanya, Dinda Dewi alias Sang Perawan.

Sasaran virus ini adalah file berformat JPEG dan .exe. Virus Sang Perawan akan menyisipkan kode virus di bagian awal header file. Setelah terinfeksi, file-file tersebut tidak akan bisa dibuka, kecuali diedit kembali satu per satu menggunakan Hex Editor.

File yang terinfeksi virus Sang Perawan cukup khas. Yakni, menggunakan ikon JPEG image (JPG) berukuran 301 KB atau 96 KB (tergantung varian) dengan tip file Application.

Virus ini akan menduplikasi file yang diinfeksi. Terutama, ke dalam setiap folder dan subfolder dengan menyertakan ciri khusus. Yakni, file tersebut bernama sama dengan folder atau subfolder tempatnya bernaung. Sehingga, operasi komputer yang terinfeksi menjadi lambat karena alokasi memori.

Untuk mengidentifikasi Sang Perawan tanpa antivirus, cukup lihat tampilan file gambar secara thumbnails. Jika terinfeksi, file gambar hanya akan muncul sebagai icon JPEG. Jika bersih, tampilan thumbnails akan berupa gambar dalam ukuran kecil, seperti biasanya.

Untuk membersihkan dua varian tersebut, putuskan hubungan komputer dari jaringan. Kemudian, matikan proses virus yang aktif di memori dengan tools Process Explorer (download di alamat http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653.aspx). Setelah itu, matikan proses virus ber-icon JPEG dengan nama Startup.exe, Svchost.exe, dan Spoolsv.exe, serta hapus registri yang telah dibuat oleh virus.

Untuk mengembalikan file JPG yang sudah terinfeksi, gunakan tools Hex Editor untuk menghapus script yang dibuat oleh virus. Untuk download tools ini, akses alamat http://www.topshareware.com/Free-Hex-Editor-transfer-38240.htm. Selamat mencoba! (rum/vaksin/kkn)

Analisis 30 Gambar Per Detik

Saat ini, banyak sekali modus penipuan yang dilakukan. Tapi, masalah itu dapat diatasi seiring berkembangnya zaman. Salah satunya menggunakan teknologi komputer. Misalnya, yang dilakukan peneliti Department of Artificial Intelligence (DIA) dari Universidad Politécnica de Madrid.

Para ilmuwan di Universidad Politécnica de Madrid tersebut telah mengembangkan software pembaca ekspresi wajah seseorang. Perangkat lunak itu dapat menganalisis 30 gambar per detik. Software tersebut juga bisa menganalisis gambar yang telah dibaca. Ekspresi marah, jijik, takut, bahagia, senang, terkejut, dan berbohong dapat terbaca jelas.

Cara pengaplikasian alat itu sangat mudah. Sebelumnya, perangkat lunak tersebut harus di-install pada PC atau laptop yang dilengkapi webcam. Setelah itu, objek harus menampakkan wajah pada kamera tersebut. Setelah wajah orang itu terbaca oleh kamera, alat tersebut akan menyimpulkan ekspresinya.

Software itu juga dapat menyimpulkan sesuatu melalui wajah yang terekam pada video. Teknologi tersebut sangat support komputer desktop regular atau laptop. Dengan demikian, kita dapat membawanya ke mana pun. Selain itu, software tersebut memiliki banyak manfaat. Terutama, ketika menginterogasi pelaku kejahatan. (dey/bs/kkn)

Sumber : Jawa Pos dotcom

Tags: ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Ask BlinkList blogmarks BUMPzee Blogg-Buzz Google Ma.gnolia muti Netscape Newsvine PlugIM ppnow Rojo Shadows Simpy Slashdot Socializer Sphere Spurl StumbleUpon Tailrank Technorati Windows Live Wists Yahoo! Help

Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://d-software.org/blog/206-virus-dinda-dewi-serang-file-gambar/trackback

Related Entries

Google
 

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.